Biaya Hidup di Australia 2026 Dibanding Indonesia, Lebih Mahal Mana?
Ringkasan :
Biaya hidup di Australia umumnya lebih tinggi dibandingkan Indonesia, terutama untuk tempat tinggal, makan di luar, dan transportasi. Besarnya pengeluaran bergantung pada kota dan gaya hidup.
Estimasi biaya hidup mahasiswa lajang di Sydney mencapai sekitar Rp22,46 juta per bulan berdasarkan perkiraan University of Sydney. Biaya sewa, makanan, transportasi, dan kebutuhan pribadi perlu masuk dalam anggaran.
Sebelum bekerja atau kuliah di Australia, hitung biaya bulanan dan dana awal keberangkatan. Jika membutuhkan dana tambahan, pelajari pilihan pembiayaan serta pastikan cicilannya sesuai kemampuan keuangan.
Biaya hidup menjadi salah satu hal yang perlu diperhitungkan sebelum bekerja atau kuliah di Australia. Dibandingkan Indonesia, biaya hidup di Australia umumnya lebih tinggi, terutama untuk sewa tempat tinggal, makan di luar, dan transportasi.
Besarnya pengeluaran bergantung pada kota tujuan dan gaya hidup. Untuk itu, penting untuk menghitung kebutuhan bulanan sebelum berangkat agar anggaran yang disiapkan mencukupi.
Perbandingan Biaya Hidup Australia dan Indonesia
Biaya hidup di Sydney dan Melbourne cenderung lebih tinggi dibandingkan sejumlah kota lain di Australia. Di Indonesia, pengeluaran juga berbeda antara Jakarta dan kota-kota lain.
Berikut perbandingan biaya hidup berdasarkan kebutuhan utama.
Kategori | Australia | Indonesia |
Tempat tinggal | Biaya sewa cenderung tinggi di kota besar | Biaya sewa bervariasi berdasarkan lokasi |
Makanan | Harga makanan di luar rumah relatif tinggi | Tersedia beragam pilihan makanan sesuai anggaran |
Transportasi | Biaya bergantung pada kota, jarak, dan moda transportasi | Biaya bergantung pada jenis transportasi yang digunakan |
Listrik dan internet | Pengeluaran menyesuaikan jenis hunian dan pemakaian | Pengeluaran menyesuaikan jenis hunian dan pemakaian |
Kebutuhan pribadi | Anggaran mengikuti harga barang dan kebutuhan setempat | Pengeluaran menyesuaikan pilihan barang dan kebiasaan belanja |
Jika berencana tinggal di Australia, Anda perlu memperhitungkan anggaran bulanan yang lebih besar dibandingkan saat tinggal di Indonesia. Namun, total pengeluaran tetap bergantung pada pilihan tempat tinggal dan kebiasaan sehari-hari.
Biaya Tempat Tinggal di Australia

Biaya hunian termasuk salah satu kebutuhan terbesar saat tinggal di Australia. Pilihannya meliputi kamar di rumah bersama (shared house), apartemen, atau hunian mahasiswa.
University of Sydney mencantumkan perkiraan biaya akomodasi sekitar AUD980-AUD3.500 per bulan, atau setara Rp10,78 juta-Rp38,5 juta per bulan. Biaya sebenarnya bergantung pada lokasi, tipe hunian, dan fasilitas.
Untuk menghemat biaya sewa, Anda bisa:
Menyewa kamar bersama orang lain.
Memilih lokasi di luar pusat kota dengan akses transportasi yang memadai.
Memeriksa apakah listrik, air, dan internet sudah termasuk dalam biaya sewa.
Menyiapkan uang jaminan dan pembayaran sewa di muka.
Bandingkan total biaya tempat tinggal dan transportasi sebelum menentukan pilihan.
Source : https://www.sydney.edu.au/study/fees-and-loans/other-costs/living-costs.html
Biaya Makan dan Belanja Bulanan
Makan di restoran di Australia umumnya lebih mahal daripada di Indonesia. Membuat masakan sendiri dapat membantu mengurangi pengeluaran selama tinggal di Australia.
Baca juga : 15 Tempat Wisata di Singapura yang Menarik Tahun 2026
Sebagai gambaran, makan di restoran sederhana di Sydney diperkirakan sekitar AUD25 per porsi, atau setara Rp275.000. Sementara itu, di Jakarta, harga makanan serupa diperkirakan sekitar Rp35.000. Harga dapat berbeda berdasarkan lokasi dan tempat makan.
Agar lebih hemat, Anda dapat:
Memasak sendiri dan membawa bekal.
Membeli bahan makanan sesuai kebutuhan.
Membandingkan harga di beberapa supermarket.
Menghemat makan di restoran dan membeli kopi di luar.
Biaya Transportasi di Australia dan Indonesia
Biaya transportasi di Australia bergantung pada kota, jarak perjalanan, dan moda yang digunakan. University of Sydney memperkirakan biaya transportasi sekitar AUD 130-AUD 800 per bulan untuk mahasiswa di Sydney, atau setara Rp1,43 juta-Rp8,8 juta per bulan.
Di Indonesia, biaya transportasi juga bergantung pada penggunaan kendaraan pribadi, transportasi umum, atau layanan transportasi daring.
Untuk menghemat pengeluaran, pilih tempat tinggal yang dekat dengan halte atau stasiun, periksa tarif perjalanan, dan hitung biaya transportasi sebelum menentukan lokasi hunian.
Biaya Listrik, Internet, dan Kebutuhan Pribadi
Selain kebutuhan utama, Anda perlu menganggarkan biaya listrik, air, internet, telepon, perlengkapan rumah tangga, dan kebutuhan pribadi.
Besarnya biaya bergantung pada tipe hunian dan pemakaian. Jika tinggal bersama orang lain, beberapa tagihan mungkin bisa dibagi.
Baca juga : Biaya Kuliah Telkom University 2026: Rincian per Jurusan dan Jalur Masuk
Catat pengeluaran rutin setiap bulan agar anggaran tetap terkendali dan Anda memiliki dana untuk kebutuhan mendadak.
Berapa Total Biaya Hidup di Australia per Bulan?
Menurut University of Sydney, kebutuhan biaya hidup mahasiswa yang tinggal sendiri diperkirakan mencapai AUD2.042 atau sekitar Rp22,46 juta setiap bulan. Angka ini merupakan panduan umum dan bukan patokan untuk semua orang.
Berikut komponen yang perlu masuk dalam anggaran bulanan.
Komponen | Kebutuhan |
Tempat tinggal | Biaya sewa kamar, apartemen, atau hunian mahasiswa |
Makan | Belanja bahan makanan dan makan di luar |
Transportasi | Perjalanan ke kampus, tempat kerja, atau lokasi lain |
Tagihan rutin | Listrik, air, internet, dan telepon |
Kesehatan | Asuransi dan biaya layanan kesehatan |
Kebutuhan pribadi | Perlengkapan sehari-hari, pakaian, dan hiburan |
Dana cadangan | Biaya untuk kebutuhan mendadak atau keadaan darurat |
Biaya kuliah, visa, tiket pesawat, dan biaya awal pindah perlu dihitung secara terpisah jika belum termasuk dalam anggaran Anda.
Source : https://www.sydney.edu.au/study/fees-and-loans/other-costs/living-costs.html
Dana Tambahan untuk Persiapan Tinggal di Australia? Kenali OK KTA dari OK Bank
Persiapan tinggal di Australia membutuhkan biaya untuk tiket keberangkatan, tempat tinggal, dan kebutuhan sehari-hari. Agar lebih terencana, hitung seluruh pengeluaran dan sesuaikan dengan dana yang tersedia.
Jika membutuhkan dana tambahan, Anda dapat mempertimbangkan Kredit Tanpa Agunan (KTA) dari OK Bank. OK KTA menawarkan pinjaman mulai dari Rp3 juta hingga Rp300 juta, tenor hingga 60 bulan, dan suku bunga mulai dari 0,79%. Limit dan bunga yang disetujui bergantung pada profil peminjam serta hasil penilaian kredit.
Keunggulan OK KTA dari OK Bank
OK KTA merupakan produk pinjaman tanpa agunan dari OK Bank yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui:
Limit pinjaman hingga Rp300 juta: Tersedia pinjaman mulai dari Rp3 juta, sesuai hasil penilaian kredit.
Tenor hingga 60 bulan: Anda dapat memilih jangka waktu cicilan hingga 5 tahun sesuai ketentuan yang berlaku.
Suku bunga mulai dari 0,79%: Besaran bunga ditentukan berdasarkan profil peminjam dan hasil penilaian kredit.
Pengajuan praktis: Proses pengajuan sekitar 2 menit. Jika disetujui dan persyaratan lengkap, dana dapat dicairkan hingga 1 hari kerja.
Syarat Pengajuan OK KTA dari OK Bank
Sebelum mengajukan, pastikan Anda memenuhi persyaratan berikut:
Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 21-55 tahun.
Memiliki rekening bank aktif.
Memiliki pekerjaan atau penghasilan tetap.
Alamat sesuai KTP atau domisili di wilayah Jabodetabek dan Karawang.
Sebelum menggunakan dana pinjaman untuk kebutuhan di luar negeri, perhitungkan cicilan bulanan, bunga, dan biaya tambahan. Pastikan pembayaran tidak mengganggu anggaran kebutuhan pokok maupun dana darurat.
Pelajari informasi dan ketentuan OK KTA dari OK Bank agar Anda dapat mempertimbangkan pinjaman sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.
FAQ
Q: Apakah biaya hidup di Australia berbeda di setiap kota?
A: Ya. Biaya hidup bergantung pada harga sewa, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari di kota tujuan. Karena itu, anggaran untuk tinggal di Sydney bisa berbeda dari kota lain di Australia.
Q: Berapa dana yang perlu disiapkan sebelum berangkat ke Australia?
A: Jumlahnya bergantung pada tujuan keberangkatan, durasi tinggal, biaya tempat tinggal, dan kebutuhan pribadi. Siapkan juga dana untuk tiket pesawat, visa, asuransi, serta biaya awal tempat tinggal jika diperlukan.
Q: Bagaimana cara menghemat biaya hidup selama di Australia?
A: Anda bisa memilih tempat tinggal sesuai anggaran, memasak sendiri, memanfaatkan transportasi umum, dan mencatat pengeluaran bulanan. Sisihkan pula dana darurat untuk kebutuhan tak terduga.


