Indonesia
|
English
LOGO OK BANK Indonesia
  • Beranda
  • Finansial
  • Karir & Sukses
  • Gaya Hidup
  • search articles OK Bank
  • Beranda
  • Finansial
  • Karir & Sukses
  • Gaya Hidup
  • Indonesia
    |
    English
LOGO OK BANK Indonesia
search articles OK Bank
KTA Call Center
150 119
|
KTA Email Center
kta@okbank.co.id
|
Senin - Jumat
08:00-17:00
Home
|
Tentang Kami
|
Blog
|
Regulasi

OK Savings Bank adalah bank tabungan yang dijalankan oleh OK Financial Group. OK Financial Group didirikan pada tahun 1999 atas dasar bisnis Keuangan konsumen

PT Bank Oke Indonesia Tbk Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia, serta merupakan perserta Penjaminan LPS

Jl. Ir. H. Juanda No.12, RT.14/RW.4, Kb. Klp., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10120

Penghargaan yang telah diraih oleh

KTA Email Center : kta@okbank.co.id

Jl. Ir. H. Juanda No.12, RT.14/RW.4, Kb. Klp., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10120

Indonesia
|
English
Apa Itu Kurikulum OBE dan Bedanya dengan Kurikulum Lama?

Apa Itu Kurikulum OBE dan Bedanya dengan Kurikulum Lama?

Seiring berkembangnya kebutuhan dunia kerja, sistem pendidikan tinggi di Indonesia juga terus mengalami penyesuaian. Salah satu pendekatan yang kini banyak diterapkan oleh perguruan tinggi adalah Outcome-Based Education (OBE) atau kurikulum berbasis capaian pembelajaran.

Melalui kurikulum ini, proses belajar tidak hanya berfokus pada penyampaian materi di kelas, tetapi juga memastikan mahasiswa memiliki kompetensi yang dibutuhkan setelah lulus. Oleh karena itu, banyak perguruan tinggi mulai mengadopsi kurikulum OBE agar lulusan lebih siap menghadapi tantangan di dunia profesional.

Lantas, apa itu kurikulum OBE dan apa perbedaannya dengan kurikulum lama? Simak penjelasannya berikut ini.

Pengertian Kurikulum OBE

1

Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) adalah pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada hasil atau capaian pembelajaran (learning outcomes) yang harus dicapai mahasiswa setelah menyelesaikan suatu mata kuliah maupun program studi.

Dalam kurikulum OBE, keberhasilan pembelajaran tidak hanya diukur dari banyaknya materi yang disampaikan oleh dosen, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang telah dipelajari.

Setiap mata kuliah memiliki capaian pembelajaran yang jelas dan terukur. Oleh karena itu, penyusunan materi, metode pembelajaran, tugas, hingga sistem penilaian dirancang untuk membantu mahasiswa mencapai kompetensi tersebut.

Perbedaan Kurikulum OBE dengan Kurikulum Lama

Meskipun sama-sama bertujuan menghasilkan lulusan yang berkualitas, terdapat beberapa perbedaan mendasar antara kurikulum OBE dan kurikulum konvensional.


Aspek

Kurikulum OBE

Kurikulum Lama

Fokus Pembelajaran

Menggunakan pendekatan student-centered learning, di mana mahasiswa menjadi pusat pembelajaran dan dosen berperan sebagai fasilitator.

Menggunakan pendekatan teacher-centered learning, dengan fokus utama pada penyampaian materi oleh dosen.

Tujuan Pembelajaran

Berorientasi pada capaian pembelajaran (learning outcomes) yang spesifik, terukur, dan sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.

Lebih berfokus pada penyelesaian materi sesuai silabus tanpa selalu mengukur pencapaian kompetensi secara menyeluruh.

Metode Belajar

Menerapkan metode pembelajaran aktif, seperti project-based learning, studi kasus, diskusi kelompok, praktikum, presentasi, dan magang.

Didominasi metode ceramah di kelas dengan pembelajaran yang lebih berorientasi pada teori.

Sistem Penilaian

Menggunakan penilaian yang komprehensif melalui proyek, portofolio, presentasi, praktik, kuis, dan ujian untuk mengukur kompetensi mahasiswa.

Penilaian lebih banyak mengandalkan hasil Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS).

Keterkaitan dengan Dunia Kerja

Kurikulum disusun berdasarkan kebutuhan industri sehingga lulusan diharapkan memiliki kompetensi teknis maupun soft skills yang relevan dengan dunia kerja.

Keterkaitan dengan kebutuhan industri cenderung tidak menjadi fokus utama, sehingga pembelajaran lebih berorientasi pada penguasaan teori.


Mengapa Perguruan Tinggi Beralih ke Kurikulum OBE?

2

Penerapan kurikulum OBE merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas lulusan sekaligus menyesuaikan sistem pendidikan dengan perkembangan zaman.

Berikut beberapa alasan mengapa banyak perguruan tinggi mulai menerapkan kurikulum OBE:

1. Menyesuaikan Kebutuhan Dunia Kerja

Perusahaan kini tidak hanya mencari lulusan yang memiliki nilai akademik tinggi, tetapi juga keterampilan praktis, kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dalam tim, serta berpikir kritis. Kurikulum OBE dirancang untuk membantu mahasiswa mengembangkan kompetensi tersebut.

2. Meningkatkan Kualitas Lulusan

Dengan capaian pembelajaran yang terukur, perguruan tinggi dapat memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi sesuai dengan profil lulusan yang telah ditetapkan.

3. Mendukung Standar Akreditasi

Banyak lembaga akreditasi nasional maupun internasional menggunakan pendekatan berbasis capaian pembelajaran sebagai salah satu indikator penilaian kualitas program studi.

4. Mendorong Pembelajaran yang Lebih Aktif

Pengajuan KTA OK Bank

Kurikulum OBE mendorong mahasiswa untuk lebih aktif melalui diskusi, penelitian, proyek, dan praktik lapangan sehingga pengalaman belajar menjadi lebih bermakna.

5. Mempermudah Evaluasi Pembelajaran

Karena setiap mata kuliah memiliki target kompetensi yang jelas, dosen dapat mengevaluasi keberhasilan pembelajaran secara lebih objektif dan melakukan perbaikan apabila diperlukan.

Dukung Kebutuhan Pendidikan dengan Perencanaan Keuangan yang Tepat

Selain mempersiapkan diri secara akademik, mahasiswa juga perlu merencanakan kebutuhan finansial selama menempuh pendidikan. Biaya kuliah, pembelian laptop, mengikuti pelatihan, sertifikasi, hingga kebutuhan penunjang lainnya memerlukan pengelolaan keuangan yang baik.

Jika membutuhkan solusi pembiayaan untuk berbagai kebutuhan pendidikan, OK KTA dari OK Bank dapat menjadi salah satu pilihan.

Beberapa keunggulan OK KTA meliputi:

  • Aman dan diawasi oleh OJK
    OK KTA berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan sehingga proses pinjaman dilakukan secara legal dan terpercaya.

  • Suku bunga kompetitif
    Bunga pinjaman disesuaikan dengan profil risiko peminjam dan ditawarkan dengan cicilan yang tetap terkontrol.

  • Plafon pinjaman fleksibel
    Pengajuan pinjaman mulai dari 3 juta rupiah hingga 300 juta rupiah sesuai kebutuhan pribadi maupun keluarga.

  • Tenor pembayaran hingga 60 bulan
    Pilihan tenor panjang membantu meringankan cicilan bulanan dan menjaga arus keuangan tetap stabil.

  • Proses pengajuan cepat dan mudah
    Pengajuan praktis dengan pencairan dana yang bisa dilakukan dalam satu hari kerja setelah disetujui.

Syarat umum pengajuan OK KTA meliputi:

  • Warga Negara Indonesia berusia 21-55 tahun

  • Memiliki rekening bank aktif

  • Penghasilan tetap minimal 4 juta rupiah per bulan

  • Berdomisili di Jabodetabek atau Karawang

  • Berstatus karyawan tetap dan terdaftar di Jamsostek

Dengan perencanaan keuangan yang matang, mahasiswa dapat lebih fokus mengembangkan kompetensi dan memanfaatkan berbagai peluang belajar tanpa terbebani oleh kendala finansial.


  

Bagikan artikel ini: whatsappwhatsappwhatsappwhatsapp

Artikel Finansial

Cek! 10 Pinjol Legal Yang Berikan Pinjaman Untuk Modal Usaha
Finansial
16 Mei 2024
Cek! 10 Pinjol Legal Yang Berikan Pinjaman Untuk Modal Usaha
Couple Goals! 8 Tempat Romantis yang Cocok untuk Rayakan Valentine
Gaya Hidup
15 Jan 2024
Couple Goals! 8 Tempat Romantis yang Cocok untuk Rayakan Valentine
7 Pemandian Air Panas Terbaik untuk Relaksasi Alam
Gaya Hidup
25 Sep 2025
7 Pemandian Air Panas Terbaik untuk Relaksasi Alam