Cara Kerja Gestun yang Sering Digunakan, Aman atau Tidak?
Di tengah kebutuhan finansial yang semakin beragam, sebagian orang mulai mencari cara cepat dana tunai, salah satunya melalui gestun atau gesek tunai. Praktik ini cukup sering dibicarakan, terutama di kalangan pengguna kartu kredit maupun layanan paylater. Namun, masih banyak orang yang belum benar-benar memahami bagaimana cara kerja gestun dan apakah metode ini aman dilakukan.
Sebelum mempertimbangkan menggunakan cara tersebut, penting untuk memahami risiko, mekanisme, hingga alternatif yang lebih legal dan aman untuk kebutuhan dana mendesak.
Apa Itu Gestun?
Gestun merupakan singkatan dari gesek tunai, yaitu praktik mencairkan limit kartu kredit atau fasilitas pembayaran tertentu menjadi uang tunai melalui pihak ketiga.
Secara umum, proses ini dilakukan dengan cara membuat transaksi seolah-olah pembelian barang atau jasa terjadi, padahal tujuan sebenarnya adalah mencairkan dana tunai.
Biasanya, pengguna akan dikenakan biaya admin atau potongan tertentu oleh penyedia jasa gestun.
Cara Kerja Gestun yang Sering Digunakan
Meski mekanismenya dapat berbeda-beda, berikut pola gestun yang umum ditemukan:
1. Menggunakan Mesin EDC Merchant
Salah satu metode yang sering digunakan adalah melalui merchant tertentu yang memiliki mesin Electronic Data Capture (EDC).
Alurnya biasanya seperti ini:
Pengguna datang ke penyedia jasa gestun
Kartu kredit digesek layaknya transaksi pembelian
Merchant memproses nominal tertentu
Pengguna menerima uang tunai setelah dipotong biaya jasa
Sebagai contoh, jika melakukan gestun Rp5 juta, pengguna mungkin menerima dana lebih kecil karena ada biaya layanan.
2. Gestun Melalui Marketplace atau Transaksi Fiktif
Beberapa pihak juga menggunakan metode transaksi online dengan skenario pembelian barang yang sebenarnya tidak pernah dikirim.
Setelah transaksi berhasil:
Dana dicairkan ke pihak tertentu
Pengguna menerima uang tunai sesuai kesepakatan
Ada biaya tambahan yang dibebankan
Cara seperti ini tergolong berisiko karena melibatkan transaksi yang tidak sesuai fungsi sebenarnya.
3. Gestun dari Layanan Paylater
Selain kartu kredit, istilah gestun juga mulai digunakan pada beberapa layanan paylater.
Biasanya dilakukan dengan pola:
Membeli barang tertentu melalui platform
Barang dijual kembali secara instan atau transaksi diatur pihak ketiga
Pengguna memperoleh uang tunai
Namun, metode ini juga memiliki potensi risiko finansial dan penyalahgunaan layanan.
Apakah Gestun Aman?
Banyak orang menganggap gestun sebagai solusi cepat saat membutuhkan uang tunai. Namun, praktik ini memiliki sejumlah risiko yang perlu diperhatikan.
1. Berpotensi Melanggar Ketentuan Layanan
Pada beberapa layanan kartu kredit maupun paylater, gestun termasuk aktivitas yang bertentangan dengan syarat penggunaan.
Akibatnya:
2. Biaya yang Tidak Sedikit
Penyedia jasa gestun biasanya mengenakan biaya tambahan yang cukup besar.
Semakin besar nominal dana yang dicairkan, semakin besar juga potongan yang harus dibayar.
3. Risiko Penipuan
Karena dilakukan melalui pihak ketiga, tidak semua penyedia jasa dapat dipercaya.
Ada risiko seperti:
Dana tidak cair
Data pribadi disalahgunakan
Penyalahgunaan informasi kartu
4. Menambah Beban Utang
Meski dana terasa cepat cair, tagihan kartu kredit atau paylater tetap harus dibayar sesuai jatuh tempo beserta bunga atau biaya lainnya.
Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini justru dapat memperburuk situasi keuangan.
Ajukan Dana Lebih Praktis Bersama OK KTA dari OK Bank
Daripada mengambil risiko melalui praktik gestun, memilih solusi pembiayaan resmi bisa menjadi langkah yang lebih aman untuk kebutuhan finansial Anda.
OK KTA dari OK Bank hadir sebagai solusi pinjaman tanpa agunan yang dapat membantu kebutuhan dana untuk berbagai keperluan, mulai dari kebutuhan mendesak, pendidikan, renovasi rumah, hingga modal usaha.
Beberapa keunggulan OK KTA antara lain:
Aman dan diawasi oleh OJK
OK KTA berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan sehingga proses pinjaman dilakukan secara legal dan terpercaya.Suku bunga kompetitif
Bunga pinjaman disesuaikan dengan profil risiko peminjam dan ditawarkan dengan cicilan yang tetap terkontrol.Plafon pinjaman fleksibel
Pengajuan pinjaman mulai dari 3 juta rupiah hingga 300 juta rupiah sesuai kebutuhan pribadi maupun keluarga.Tenor pembayaran hingga 60 bulan
Pilihan tenor panjang membantu meringankan cicilan bulanan dan menjaga arus keuangan tetap stabil.Proses pengajuan cepat dan mudah
Pengajuan praktis dengan pencairan dana yang bisa dilakukan dalam satu hari kerja setelah disetujui.
Syarat umum pengajuan OK KTA meliputi:
Warga Negara Indonesia berusia 21-55 tahun
Memiliki rekening bank aktif
Penghasilan tetap minimal 4 juta rupiah per bulan
Berdomisili di Jabodetabek atau Karawang
Berstatus karyawan tetap dan terdaftar di Jamsostek
Dengan perencanaan keuangan yang tepat, kebutuhan dana dapat dipenuhi tanpa harus mengambil risiko dari metode yang belum tentu aman.
FAQ
Q: Apa itu gestun?
A: Gestun adalah singkatan dari gesek tunai, yaitu praktik mencairkan limit kartu kredit atau fasilitas pembayaran menjadi uang tunai melalui pihak tertentu.
Q: Apakah gestun legal?
A: Gestun sering kali dianggap melanggar ketentuan layanan kartu kredit atau paylater tertentu karena digunakan tidak sesuai fungsi transaksi normal.
Q: Apa risiko melakukan gestun?
A: Risikonya meliputi biaya tambahan tinggi, potensi penipuan, akun diblokir, hingga bertambahnya beban utang jika tidak dikelola dengan baik.

