12 Program Beasiswa S2 dalam Negeri 2026/2027, Kuliah Gratis?
Ringkasan:
Ada berbagai pilihan beasiswa S2 di Indonesia, mulai dari LPDP, BPI, BIB, Beasiswa Unggulan, hingga program beasiswa dari universitas dan lembaga swasta.
Setiap beasiswa memiliki persyaratan dan cakupan biaya yang berbeda, sehingga calon mahasiswa perlu mengecek ketentuan terbaru sebelum mendaftar.
Kebutuhan kuliah di luar biaya beasiswa seperti laptop, buku, dan transportasi dapat dipersiapkan dengan perencanaan keuangan yang matang, termasuk mempertimbangkan alternatif pembiayaan seperti OK KTA.
Melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 tidak selalu berarti harus menanggung seluruh biaya kuliah sendiri. Ada berbagai program beasiswa yang dapat membantu membiayai pendidikan, baik melalui pembebasan biaya kuliah maupun tunjangan untuk kebutuhan lainnya.
Bagi yang ingin melanjutkan S2 di Indonesia, berikut beberapa program beasiswa yang bisa dipertimbangkan. Namun, perlu diperhatikan bahwa cakupan biaya dan persyaratan setiap program berbeda, sehingga penting untuk memeriksa ketentuan terbaru sebelum mendaftar.
12 Program Beasiswa S2 dalam Negeri
1. Beasiswa LPDP
Beasiswa LPDP merupakan salah satu program beasiswa pemerintah yang paling dikenal untuk jenjang S2 dan S3. Program ini dapat digunakan untuk studi di perguruan tinggi dalam maupun luar negeri, sesuai ketentuan program yang dipilih.
Pada 2026, LPDP membuka beberapa skema beasiswa, seperti STEM Industri Strategis, SHARE, Kemitraan, Double Degree/Joint Degree, dan program kerja sama khusus.
Baca Juga: 9 Strategi Persiapan LPDP 2026 agar Peluang Lolos Semakin Besar
2. Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI)
Beasiswa Pendidikan Indonesia merupakan program pemerintah yang menyediakan dukungan pendidikan untuk berbagai jenjang, termasuk S2. Beberapa skemanya dapat digunakan untuk studi di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri.
3. Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)
BIB merupakan program beasiswa dari Kementerian Agama yang ditujukan bagi masyarakat di bawah binaan Kemenag. Program ini menyediakan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk S2, dengan pilihan studi yang dapat mencakup perguruan tinggi dalam negeri.
4. Beasiswa Unggulan
Beasiswa Unggulan dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Program ini memberikan dukungan pendidikan sesuai skema dan ketentuan yang berlaku.
5. Beasiswa Komdigi
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga memiliki program beasiswa yang berkaitan dengan bidang komunikasi, teknologi informasi, dan digital. Program ini dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa S2 yang ingin memperdalam keahlian di bidang tersebut.
6. Beasiswa Dexa Award
Dexa Award merupakan program beasiswa yang dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa dengan minat di bidang kesehatan, farmasi, sains, dan bidang terkait. Selain dukungan pendidikan, program ini juga berkaitan dengan pengembangan riset dan inovasi.
7. PMDSU
Program Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) merupakan program khusus yang memungkinkan peserta menempuh pendidikan magister sekaligus doktor dalam jalur yang terintegrasi.
Program ini cocok bagi lulusan S1 berprestasi yang ingin melanjutkan karier di bidang akademik dan penelitian.
8. SejutaCita Future Leaders
SejutaCita Future Leaders merupakan salah satu program yang dapat membantu calon mahasiswa melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Program ini dapat menjadi alternatif bagi mahasiswa yang mencari dukungan biaya pendidikan di Indonesia.
9. PPM School of Management Scholarship
Bagi yang ingin mengambil program magister di bidang manajemen, beasiswa dari PPM School of Management dapat menjadi pilihan. Program ini memberikan dukungan pendidikan untuk peserta yang memenuhi persyaratan yang ditentukan.
10. Beasiswa Pascasarjana UGM
Universitas Gadjah Mada (UGM) menyediakan berbagai skema beasiswa bagi mahasiswa pascasarjana. Jenis bantuan, persyaratan, dan program studi yang dapat mengikuti beasiswa dapat berbeda sehingga calon mahasiswa perlu memeriksa informasi dari UGM untuk program yang sedang dibuka.
Baca Juga: 5 Tips Interview LPDP 2026: Persiapan Matang agar Lolos Wawancara
11. Tanoto Foundation Fellowship Program
Tanoto Foundation menyediakan berbagai program pengembangan pendidikan bagi mahasiswa. Beberapa programnya dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa atau mahasiswa pascasarjana, tergantung pada skema dan periode pendaftaran yang tersedia.
12. Beasiswa Patriot
Beasiswa Patriot merupakan program beasiswa pascasarjana yang dibuka Kementerian Transmigrasi pada 2026. Program ini menyediakan kuota untuk 1.100 mahasiswa S2 yang akan menempuh pendidikan di Kampus Patriot di sejumlah kawasan transmigrasi di Indonesia.
Catatan: Tidak semua program di atas otomatis membiayai seluruh kebutuhan selama S2. Ada beasiswa yang memberikan pendanaan penuh, sementara lainnya memberikan bantuan biaya pendidikan atau memiliki cakupan tertentu. Selalu cek persyaratan dan manfaat pada laman resmi masing-masing program sebelum mendaftar.
Dukung Kebutuhan Pendidikan dengan OK KTA
Beasiswa dapat membantu mengurangi biaya pendidikan, tetapi mahasiswa tetap mungkin membutuhkan dana untuk kebutuhan lain, seperti laptop, buku, transportasi, atau perlengkapan kuliah.
Beasiswa tidak selalu menanggung seluruh kebutuhan selama kuliah. Selain biaya pendidikan, mahasiswa mungkin perlu menyiapkan dana untuk laptop, buku, transportasi, atau kebutuhan lainnya. Untuk kebutuhan tersebut, OK KTA dari OK Bank dapat menjadi salah satu alternatif pembiayaan yang dapat diajukan secara online.
OK KTA menawarkan plafon mulai dari Rp3 juta hingga Rp300 juta dengan tenor hingga 5 tahun. Pastikan untuk menghitung kebutuhan dan kemampuan membayar sebelum mengajukan pinjaman.
FAQ
1. Apakah ada kuliah S2 gratis?
Ada. Sejumlah program beasiswa dapat membebaskan atau menanggung biaya kuliah S2, dan beberapa di antaranya juga memberikan tunjangan untuk kebutuhan hidup atau pendidikan lainnya. Namun, cakupan manfaat berbeda-beda sehingga tidak semua beasiswa berarti seluruh biaya S2 akan ditanggung.
2. Beasiswa S2 minimal IPK berapa?
Tidak ada standar IPK yang berlaku untuk seluruh beasiswa S2. Setiap program memiliki persyaratan sendiri. Sebagai contoh, beberapa skema LPDP 2026 menetapkan IPK minimal 3,00 dari skala 4,00 untuk pendaftar magister, sementara persyaratan tertentu dapat berbeda berdasarkan kategori pendaftar.
Karena itu, calon pendaftar sebaiknya melihat persyaratan akademik dari beasiswa yang dituju, termasuk ketentuan IPK, sertifikat bahasa, pengalaman kerja, dan dokumen lainnya.
3. LPDP S2 maksimal umur berapa?
Untuk kriteria umum LPDP 2026, pendaftar jenjang S2 maksimal berusia 35 tahun pada 31 Desember di tahun pendaftaran. Namun, batas usia dapat lebih tinggi untuk kategori tertentu. Misalnya, dosen tetap dengan NIDN/NUPTK dapat memiliki batas usia hingga 42 tahun untuk S2, sementara kategori pendaftar tertentu memiliki ketentuan berbeda.
Karena persyaratan usia bergantung pada skema dan kategori pendaftar, pastikan mengecek ketentuan LPDP pada tahun saat mendaftar.

