Cara Menghitung Bunga Deposito yang Benar di 2026
Deposito masih jadi pilihan banyak orang yang ingin menyimpan dana dengan risiko rendah. Di 2026, meskipun pilihan investasi semakin beragam, deposito tetap diminati karena hasilnya relatif stabil. Tapi satu hal yang sering bikin bingung adalah cara menghitung bunga deposito itu sendiri. Padahal, sebenarnya rumusnya sangat sederhana.
Apa Itu Bunga Deposito?
Bunga deposito adalah imbal hasil yang diberikan bank atas dana yang disimpan dalam jangka waktu tertentu. Jangka waktu ini biasa disebut tenor dan umumnya tersedia mulai dari satu bulan hingga dua belas bulan. Suku bunga deposito biasanya dinyatakan dalam persentase per tahun, bukan per bulan, sehingga perlu disesuaikan dengan tenor yang dipilih.
Pada 2026, besaran bunga deposito dapat berbeda antar bank dan dapat berubah mengikuti kondisi ekonomi serta kebijakan suku bunga. Oleh karena itu, memahami cara menghitung bunga deposito menjadi semakin relevan.
Baca Juga: Daftar 10 Bank dengan Bunga Deposito Tertinggi di 2025
Komponen Utama Bunga Deposito
Dalam cara menghitung bunga deposito, ada beberapa komponen penting yang perlu diperhatikan.
Nominal deposito atau jumlah dana yang disimpan
Suku bunga deposito yang berlaku per tahun
Tenor deposito dalam satuan bulan atau hari
Pajak bunga deposito yang saat ini masih sebesar 20 persen
Rumus Menghitung Bunga Deposito
Cara menghitung bunga deposito bisa diringkas dalam satu rumus berikut
Bunga bersih = Dana deposito x Bunga tahunan x Lama deposito dalam bulan / 12 x 80 persen
Angka 80 persen digunakan karena bunga deposito dipotong pajak sebesar 20 persen. Jadi, hasil akhirnya adalah bunga bersih yang benar-benar kamu terima.
Baca Juga: Lagi Bingung Investasi? Ini 8 Jenis Investasi Paling Aman Buat Kamu
Contoh Perhitungan Bunga Deposito

Misalnya kamu menyimpan dana sebesar 100 juta rupiah dengan bunga deposito 5 persen per tahun selama 6 bulan.
Perhitungannya menjadi seperti ini:
100.000.000 x 5 persen x 6 / 12 x 80 persen
Hasilnya adalah 2 juta rupiah.
Artinya, selama 6 bulan, kamu akan menerima bunga bersih sebesar 2 juta rupiah di luar dana pokok.
Di tengah kondisi ekonomi yang cenderung fluktuatif, memilih instrumen keuangan yang relatif aman menjadi langkah yang semakin relevan. Deposito, emas, hingga obligasi negara bisa menjadi pondasi keuangan yang membantu menjaga stabilitas dan mempersiapkan masa depan dengan lebih tenang.
Namun, dalam praktiknya, kebutuhan dana tidak selalu bisa menunggu. Baik untuk memulai investasi, menambah modal, maupun menghadapi kebutuhan mendesak, akses ke dana tambahan yang aman dan terpercaya bisa menjadi solusi pendukung yang tepat.
Untuk itu, OK KTA dari OK Bank hadir sebagai pilihan pembiayaan yang praktis dan fleksibel. Dengan proses pengajuan yang cepat dan persyaratan yang relatif sederhana, OK KTA dapat membantu memenuhi kebutuhan finansial tanpa prosedur yang berbelit.
Beberapa keunggulan OK KTA dari OK Bank antara lain:
Aman dan diawasi oleh OJK
OK KTA berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan sehingga proses pinjaman dilakukan secara legal dan terpercaya.Suku bunga kompetitif
Bunga pinjaman disesuaikan dengan profil risiko peminjam dan ditawarkan dalam kisaran yang tetap terjangkau, sehingga cicilan lebih terkontrol.Plafon pinjaman fleksibel
Pinjaman dapat diajukan mulai dari 3 juta rupiah hingga 300 juta rupiah sesuai dengan kebutuhan pribadi, keluarga, atau keperluan produktif lainnya.Tenor pembayaran hingga 60 bulan
Pilihan tenor yang panjang membantu meringankan beban cicilan bulanan dan memberikan ruang bernapas dalam pengelolaan keuangan.Proses pengajuan cepat dan mudah
Pengajuan dapat dilakukan dalam waktu singkat dan pencairan dana bisa dilakukan dalam satu hari kerja setelah disetujui.
Untuk mengajukan OK KTA, ada beberapa syarat umum yang perlu dipenuhi
Warga Negara Indonesia berusia 21 hingga 55 tahun
Memiliki rekening bank yang aktif
Memiliki penghasilan tetap minimal 4 juta rupiah per bulan
Berdomisili di wilayah Jabodetabek atau Karawang
Berstatus sebagai karyawan tetap dan terdaftar di Jamsostek
Dengan kombinasi perencanaan keuangan yang matang dan dukungan pembiayaan yang tepat, kamu bisa lebih siap menghadapi berbagai kebutuhan di masa depan. Jangan menunda sampai kondisi mendesak datang tanpa persiapan.

